Tampilkan postingan dengan label music. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label music. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 September 2008

Hollywood Akan garap Film Biografi Legenda Reggae Bob Marley


Sebuah studio Hollywood telah membeli hak untuk memfilmkan otobiografi Rita Marley, janda legenda reggae Bob Marley, pers industry Hollywood melaporkan Selasa.

Daily Variety melaporkan bahwa Weinstein Studio telah membeli hak atas buku keluaran 2004 yang bertajuk "No Woman, No Cry: My Life with Bob Marley", dan berharap akan merilis film biografi itu pada akhir 2009.

Bob Marley, yang kelahiran Jamaika dan merupakan seorang mahabintang musik reggae internasional, meninggal dunia akibat kanker pada 1981 pada usia 36 tahun.

Robert "Bob" Nesta Marley, demikian nama lengkap penyanyi, penulis lagu, gitaris dan aktivis tersebut, amat dikenal sebagai penampil musik reggae.

Lagu-lagunya yang meledak antara lain "I Shot the Sheriff", "No Woman, No Cry", "Three Little Birds", "Exodus", "Could You Be Loved", "Jamming", "Redemption Song", dan "One Love".

Album kompilasinya setelah kematiannya, "Legend", yang dirilis pada 1984 merupakan album reggae terbaik hingga sejauh ini, dengan penjualan mencapai lebih dari 12 juta keping, demikian kata AFP mengutip Variety.

Pas Band, Steven & The Coconut Treez Ramaikan Zona Bikers Damai

Pas Band dan kelompok musik reggae Steven & The Coconut Treez akan tampil untuk memeriahkan Zona Bikers Damai di Pantai Karnaval Ancol, Jakarta Pusat, Minggu (30/12).

Acara itu dipromotori oleh Korekapi Communication dengan dukungan Ikatan Motor Indonesia (IMI), Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Badan Narkotika Provinsi (BNP) DKI Jakarta.

"Pas Band, Steven & The Coconut Trezz, dan band-band lain seperti The Denok, The TITa, akan tampil untuk menghibur pengunjung, para biker dan juga anggota keluarga kerabat maupun teman mereka," kata Novita Handayani dari Korekapi Communication, kepada pers di Jakarta.

Zona Bikers Damai merupakan acara yang diarahkan menjadi ajang para biker berkumpul dan berinteraksi dalam kegiatan-kegiatan positif, sekaligus juga untuk menyatakan sikap bahwa mereka anti kekerasan, bukan penyuka narkoba atau pun aksi-aksi negatif lainnya.

Sejumlah pengurus IMI dan BNN/BNP dan PT Taman impian Jaya Ancol hadir dalam jumpa pers, di antaranya Alex Atmasubrata, Irawan Sucahyo, Drajat Sayuti, Dr Sudirman, dan Ir. Budikarya Sumadi.

Menurut Ketua IMI Bidang Wisata, Alex Atmasubrata, pihaknya sangat mendukung kegiatan tersebut, terutama sekali karena adanya fenomena geng motor yang meresahkan masyarakat.

"IMI bukanlah tempat bagi geng motor seperti itu, kami perlu klarifikasi soal itu," katanya.

Ia juga menyatakan bahwa dalam acara Zona Bikers Damai akan dilakukan deklarasi bahwa klub-klub motor anggota IMI anti kekerasan dan narkoba.

Dr Sudirman dari BNP DKI Jakarta mengatakan, "Kami bahkan menunggu anggota IMI secara sukarela memeriksakan urine-nya."

Irawan Sucahyo, mantan Sekretaris IMI Pusat, mengakui pihaknya sangat prihatin pada kasus munculnya geng-geng motor yang meresahkan masyarakat seperti yang terjadi di Bandung beberapa waktu lalu.

"Kami juga sudah berbicara dengan Polda Jawa Barat dan kami juga diminta memberi bantuan untuk mengarahkan geng-geng motor seperti itu," katanya,

Sementara itu, Budikarya Sumadi, Dirut PT Taman Impian Jaya Ancol, menyatakan bahwa pihaknya adalah sahabat IMI dan BNN, dan akan senantiasa mendukung semua kegiatan kedua organisasi tersebut.

"Ancol menerapkan konsep edutainment. Pendidikan dan pembinaan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba melalui acara rekreasi seperti ini," katanya.

Selain Pas Band dan Steven & The Coconut Treez, hiburan dalam acara Zona Bikers Damai juga akan menampilkan kelompok sexy dancers, cheerleaders, dan diisi aneka permainan, motor clinic, body painting, fortune teller, dan bazzar, serta "doorprize".

Rocket Rockers


salah satu band paling beruntung didunia karena menemukan nama yang keren, Rocket Rockers. Band yang cukup beruntung juga karena sejak awal sudah memperoleh dukungan darimana mana, kemungkinan besar karena banyak orang sudah mencium bakat mereka untuk sukses dikemudian hari.
Dan sekarang mereka sudah bersama major label, sebuah kesuksesan bagi mereka jika dilihat dari sebuah sisi.
Tetapi beneran deh, walau kepala gue ditodong pistol kami bener bener ga bisa menemukan banyak keungulan album ini daripada bahwa mereka memiliki sound yang lebih baik daripada sebelumnya.
Well tetapi jika memang kepala gue ditodong pistol beneran gue bakal menyebut bahwa ?terdiam? dan ?bukan solusi? adalah favorit kami semua disini.
Tapi dengan kenyataan bahwa kami semua jago karate, maka si penodong pestol sudah tiada sekarang, dan dengan menyesal kami harus sekali lagi mendengarkan album ini, karena sebenarnya tidak ada track yang dapat kami ingat dengan baik, kecuali lagu ?bangkit? itupun karena sering diputar diberbagai tempat, radio, tivi, dan di sebuah pertokoan (karena mungkin operator nya suka dengan RoRo) dan karena suara teriak teriak si Ucay ?bangkit bangkit?
Sayang sekali, karena mereka sudah memiliki karakter sendiri, yang jika terus dikombinasikan dengan peningkatan kemampuan membuat lagu yang tidak sekedar ?melodic? dan ?cadas? tetapi juga mampu menemukan kekuatan dalam tiap lagunya.
Dapat dikatakan bahwa kekurangan mereka dibandingkan dengan band paling terkenal di Amrik ?Good Charlotte? adalah RoRo hidup di Indonesia dan tidak memiliki produser yang dapat melambungkan nama mereka sebesar GC. Dan juga karena RoRo tidak dapat benar benar membuat albumnya se catchy namanya. But the cover was worth to be called ?catchy?.
Dengan segala ketidak relaan bahwa band yang sebenarnya idola saya di panggung ini menghasilkan album yang tidak dapat saya dengarkan lagi, kami benar benar berharap mereka masih menyajikan aksi panggung yang oke punya. Karena hal tersebut benar benar sebuah kekuatan tiada tara yang dimiliki RoRo, bahkan jika disuruh memilih antara melihat konser Simple Plan di Singapura atau RoRo di Bandung saya akan masih memilih RoRo.
Tapi dalam sebuah album punk ras bebas macam ini, kamu ga butuh semua itu, karena kamu cuma butuh sebuah ke intense-an distorsi tiga kord yang dimainkan penuh semangat dan cepat dan vokal yang penuh tenaga bercirikhas suara sengau. Yang tanpa perlu kamu tahu lagunya dapat dipakai untuk moshing bersama sama dengan kawan dan sama sama berkeringat tanpa memperhatikan bulu untuk dipandang.

Koil rekaman lagu baru


Band yang beberapa tahun lalu dikenal lewat album Megaloblast nya, dan beberapa videoklip nya diputar dengan frekwensi yang banyak sekali di televisi, merchandise kaos nya terlihat dipakai bergaul dimana mana.
Terdiri dari J.A.V, Leon, Dony, dan Imo mereka sekarang mempersiapkan rekaman album terbarunya nanti.
Ada 29 lagu baru yg telah dibuat sketsnya oleh doni untuk sementara koil hanya merekam 6 lagu yg diperkirakan lebih mudah prosesnya karena hampir semua materi
sangat sulit direkam dan biaya yang sangat paspasan.
Studio rekaman yg dipakai kali ini berkawasan di utara bandung, milik jeihan salah seorang pelukis tekenal di indonesia. studionya baru, alatalatnya baru, semuanya baru, sehingga semua set-up harus dirangkai dari awal dan banyak sekali masalah dengan listrik kabel dan kawankawannya.
Sementara koil hanya merekam track drum dan bass untuk dasar pengerjaan semua instrumen yang akan direkam bulan depan, baru 4lagu yg berhasil direkam.

Shredder Cewek Berbakat Indonesia


Prisa Adinda
Di usia yang baru menginjak 20 tahun, prisa adalah shredder termanis san mungkin terpopuler yang pernah terlahir di tanah air ini. Puluhan video di youtube membuktikan kepiawaian jari jemari lentiknya di atas fred gitar sambil sekali-kali ber-headbanging. Prisa sontak menjadi buah bibir masyarakat gitar nusantara mulai dari thread terpanjang di portalgitaris.com hingga ke berbagai media massa cetak dan elektronik pernah mengulas kemunculannya. Mengawali karir dar scene metal bawah tanah ibu kota dengan menjadi gitaris Zala, dead squad dan belakangan vendetta, prisa kini tengah mempersiapkan album debut pop major labenya.

Seringai


saya ingin mem-ba-ngun industri musik rock Indonesia yang sempat ada pada era akhir '70an dan awal '80an," tulis Arian13 di Multiply.com. Mimpi vokalis Seringai itu untuk membangun kembali kejayaan industri musik rock lokal perlahan namun pasti mulai menjadi kenyataan. Cara pertama yang dilakukan adalah merilis album debut penuh milik bandnya sendiri yang bertitel Serigala Militia (High Octane Production/Universal Music Indonesia). Sebuah album studio yang telah diantisipasi besar oleh fans dan tertunda tiga tahun karena beragam masalah yang menghadang internal me-reka.
Belum sepekan album ini di rilis secara nasional (5 September) angka penjualannya cukup menggembirakan. Terjual 5.800 keping. Memang angka ini tak adil jika dibandingkan dengan penjualan album band-band pop seperti Peterpan, Ungu, atau Nidji. Bisa jadi mereka menjual ribuan keping album setiap harinya. Namun setidaknya bagi band rock cadas seperti Seringai angka ini adalah harapan yang sangat menjanjikan.
"Thanks to you all, karena masih percaya dengan musik rock," lanjut Arian13. "Masih banyak sekali celah-celah yang berpotensi untuk mewujudkan sebuah scene musik rock yang nggak kalah dengan di luar negeri. Saya harap ini bisa menjadi kenyataan, tapi ini berarti memang masih banyak kerja yang harus dilakukan. Tidak apa, selama masih ada passion tersebut, mengapa tidak diikuti saja."
Perjuangan menuju rilisnya Serigala Militia memang tidak mudah.
"Pokoknya kalau dipikir pakai logika nggak masuk akal aja," ujar drummer Khemod. Selain para personelnya adalah pekerja kantoran yang memiliki jam kerja ketat, beragam kendala mulai dari proses rekaman hingga absennya manajemen ikut menghambat album ini. Mungkin yang menye-lamatkan band ini hanya passion dan kepercayaan mereka yang begitu tinggi terhadap rock.
"Banyak band-band yang n-ggak berhasil. Maksudnya, mereka main band dari jaman kuliah dan pas kerja bandnya mulai surut dan nggak merilis apa-apa. Bubar atau menghilang begitu saja. Kalau Seringai memang lumayan besar perjuangannya. Karena kalau nggak main band kami pasti mati!" tukas Arian13 seraya tertawa.
Untuk singel perdana album ini Seringai memilih "Citra Natural." Sebuah nomor rock sing-along yang bercerita tentang obsesi para perempuan yang ingin tampil "ideal" berkat standar yang dibuat oleh iklan-iklan di televisi. "Lihat bagaimana para produsen dan advertising bekerja keras membuat kita percaya kalau persepsi cantik dapat disamakan dan dikotakkan. Kami tidak setuju," tulis Arian13 di dalam sampul album Serigala Militia. "Kenapa kita tidak bisa nyaman dengan diri kita sendiri?" tulis Khemod di bawahnya.
Serigala Militia menampilkan 11 lagu bertegangan tinggi dalam format terbaiknya yang bagaikan perselingkuhan antara southern rock dengan metal. Ada nomor rock disko berjudul "Psikedelia Diskodoom" yang mengesankan kerinduan mereka akan venue musik legendaris seperti Parc. "Amplifier" yang mencerminkan semangat yang spartan dalam bermain musik rock hingga "Lagu Ini Tidak Sependek Jalan Pikiranmu" yang ternyata isinya sekadar "internal joke" di antara para personel Seringai saja.
Sikap politik mereka yang kontra dengan RUU Anti Pornografi dan aksi anarkis sayap kanan juga secara lantang dituangkan dalam lirik lagu "Mengadili Persepsi (Bermain Tuhan)." Arian13 menjelaskan pendapatnya panjang lebar tentang hal ini, "Mengapa negara ini ha-rus menggunakan hukum dari agama tertentu. Padahal dari dulu kita sudah beragam. Tiba-tiba negara mau membakukan hukum yang belum tentu bisa diterima semua orang. Hal-hal pribadi mau diatur negara. Itu non-sense."

Young and Restlles




Musik memang sebuah bahasa yang universal. Bisa mempersatukan berbagai bangsa, sekalipun masing-masing punya karakter berbeda. Itulah yang coba dibuktikan oleh para personel band pendatang baru, Young & Restless.

Band yang namanya sering ditulis dengan Y & R atau Y + R itu dibentuk April 2005 di Canberra, Australia. Awalnya, mereka memakai nama …Wolves, kemudian menjadi The I Hate Yous, sebelum terakhir menamakan diri Young & Restless (Y&R).

Formasi awal itu terdiri atas Ash Pegram (gitar), Mark Falkland (gitar), dan Ross Paxman (bas). Ketiganya berasal dari Australia. Posisi vokalis dan drummer diisi kakak beradik, Karina dan Nugie Utomo. Awal 2008, lineup tersebut berganti dengan keluarnya Pegram dan Falkland, yang digantikan Josh Weller.

Band itu mengusung aliran yang mereka namakan gabungan dari hip hop, metal, indie, dan punk. Mereka mendefinisikan musik Y&R sebagai sesuatu yang berirama cepat, dance, dan kadang brutal. Itu terinspirasi dari scene musik hardcore yang sangat dominan di kota asal mereka, Canberra.

Mereka merekam single pertama, Satan, yang musiknya bernuansa hardcore dan dance. Lagu itu kemudian diberikan kepada James Ford, salah satu personel duo musisi Simian Mobile Disco. Ford me-remix lagu tersebut dan hasilnya dikirimkan ke radio, blog, dan beberapa pelaku industri musik lain.

Dengan segera, lagu itu mendapatkan porsi airplay tertinggi di salah satu radio anak muda terkemuka di Australia, Triple J. Album perdana, Young and Restless, beredar pada 14 Juli 2007.

Akhir 2007, Y & R mencoba melebarkan sayap di Indonesia. Mereka juga mengadakan tur di Pulau Jawa dan mengawali di Surabaya, 5 April lalu. Namun, tidak seperti band asal luar negeri lain, Y & R tidak mengadakan banyak promosi. Mereka pilih langsung mengedarkan album ketimbang gembar-gembor lewat media.

"Kami memang tidak ingin terlalu komersial. Kami ingin mengenalkan musik kami dulu, baru kemudian tampil di depan umum. Itu dilakukan sebagai usaha Young and Restless agar tidak kehilangan penggemar hardcore yang benar-benar bersemangat indie," ujar Nugie, sang drummer, ketika ditemui saat konser di Surabaya

The Mars Volta


The Mars Volta dibentuk oleh Omar Rodriguez-Lopez dan Cedric Bixler Zavala, dua orang teman baik yang sebelumnya tergabung dalam At The Drive In, sebuah band yang mempunyai pengaruh besar dalam genre progressive rock. Band ini seperti melanjutkan kehidupan At The Drive In dan memberikan pintu kebebasan yang sangat luas bagi Omar dan Cedric untuk mengekspresikan musik dan sound-nya. Pada dasarnya band ini dikategorikan dalam genre progressive rock, psychadelic rock, dan experimental rock. The Mars Volta lebih menekankan pada eksplorasi sound dan ambient music yang dikreasikan oleh Omar.
Ketika saya mendengar album perdana mereka, De-Loused in The Cromatorium, yang dirilis tahun 2003, saya masih bisa merasakan warna musik At The Drive In pada lagu-lagu mereka seperti Son Et Lumiere, Inertiatic Esp, dan Take The Veil Cerpin Taxt. Ditambah dengan berbagai macam sound yang diciptakan dari tangan Omar dan berbagai macam efek analog dan bantuan Isaiah Owens pada synthesizer, menjadikan semua lagu di album ini cocok bagi mereka yang sedang galau dan ingin mengeksploitasi ke-galau-annya pada lagu yang sendu tetapi dalam alunan musik rock.
Album kedua mereka, Frances The Mute, yang dirilis pada tahun 2005, dibuat untuk menghormati salah satu personil mereka, Jeremy Ward (sound manipulator) yang tewas karena overdosis. Album ini seakan-akan memberikan pesan bahwa The Mars Volta yang sekarang benar-benar berbeda dari album pertama. Genre psychadelic rock benar-benar mereka usung, bahkan bisa dikatakan mereka menitikberatkan pada perkataan psychadelic. Dengan beat drum yang tidak menentu, kualitas vokal Cedric Zavala yang nyaring dengan kekuatan liriknya yang kritis (lirik lagu The Mars Volta sebagian besar diambil dari pengalaman kehidupan pribadi Cedric dan anggota lainyya, dan juga mengkritik kejadian di lingkungan sekitarnya) dan menggabungkan dua bahasa (Latin-Inggris), serta kegeniusan Omar Rodriguez-Lopez yang kembali menciptakan sound-sound gitar yang tidak karuan tetapi menunjang permainan melodic-nya, dan mengaransemen semua instrumen yang ada selama proses produksinya, telah memberikan kesan bahwa inilah musik The Mars Volta yang sesungguhnya. Menciptakan sebuah harmoni musik dalam ketidakharmonisan musik itu sendiri. Ketika anda mendengarkan satu-persatu lagunya, anda tidak akan bisa menebak akan ke mana bentuk lagu ini hingga selesai. The Mars Volta selalu memberikan warna yang berbeda total dalam setiap lagunya, kadang-kadang cepat, kemudian melambat, lalu menyentak lagi dengan iram yang lebih cepat dan berantakan, yang membuat lagu-lagu di album Frances The Mute ini berdurasi di atas 7 menit.

Bagi sebagian pendengar, mungkin tidak akan menyukai lagu-lagu The Mars Volta karena warna musiknya yang sangat, sangat aneh, seperti yang telah saya tuliskan di atas. Tetapi jika kita mengetahui bahwa dua orang frontman The Mars Volta, yaitu Omar dan Cedric, sudah lebih dulu dikenal dalam At The Drive In sebagai orang yang genius dalam bermusik, bagi saya album Frances The Mute telah membuktikan kegeniusan mereka berdua dalam ekspresi bermusik dan juga musikalitas mereka yang masih orisinal.
Pada tahun 2006 mereka merilis album ketiga mereka, Amputhecture, dan salah satu lagunya, Tetragrammaton menurut saya adalah sebuah masterpiece dari semua hasil kerja Omar, Cedric, dan kawan-kawan.